“Sering kali, kita bekerja tanpa memahami visi organisasi; yang lebih kita pedulikan adalah apakah kita bisa tumbuh menjadi individu yang lebih baik di sini, meskipun organisasi mungkin bukan fokus utama.”
Bagi banyak profesional, ini bukan sekadar perasaan,tapi realita mereka haus akan pembelajaran, tertarik mengejar tantangan baru, dan ingin menjadi versi terbaik diri mereka. Tapi… saat menoleh ke arah organisasi, mereka justru ragu: apa sebenarnya arah tempat aku bekerja ini?
Lalu muncul konflik batin: apakah aku bertumbuh sendiri, atau sedang mengabaikan kontribusi terhadap sesuatu yang lebih besar?
Jika kamu pernah:
- Merasa stagnan secara kontribusi meski skill meningkat,
- Bingung kenapa kerja kerasmu tidak berdampak signifikan,
- Meragukan arah organisasi yang tak pernah dijelaskan dengan gamblang,
Maka kamu sedang menghadapi ketidakseimbangan antara purpose pribadi dan visi organisasi.
Baca Artikel Lainnya:Setiap Pelanggan Punya One Piece: Tugas yang Harus Diselesaikan
Solusi: Kenali dan Gunakan 4 Dimensi Purpose sebagai Kompas
Framework ini menawarkan empat dimensi untuk membantu menyatukan dua kutub penting dalam karier: pertumbuhan pribadi dan kontribusi terhadap visi bersama.
- Tactical Organizational
Strategi besar tidak akan berarti tanpa eksekusi yang selaras.
Pemimpin wajib mengarahkan kegiatan harian tim dari cara meeting, jenis proyek, hingga proses evaluasi. agar semuanya mendekatkan organisasi pada visinya. - Strategic Personal
Tanyakan pada dirimu: Kenapa aku bekerja di sini? Apa ekspektasiku dari karier ini? Ingin menjadi siapa aku dalam 5 tahun ke depan? Dimensi ini membantu profesional menyadari bahwa bekerja bukan hanya soal gaji, tapi juga tentang arah hidup. - Strategic Organizational
Di sinilah peran penting founder atau pemimpin: mengingatkan kembali kepada tim mengapa organisasi ini berdiri, visi jangka panjangnya, dan bagaimana setiap individu berperan di dalamnya. Tanpa ini, profesional hanya akan merasa seperti “alat kerja” tanpa arah, bukan rekan perjuangan. - Tactical Personal
Setelah tahu tujuan pribadimu, buat langkah konkrit: ambil proyek baru, belajar skill baru, atau minta bimbingan.
Pemimpin perlu memastikan adanya platform dan peluang yang mendukung langkah kecil ini agar sejalan dengan visi pribadi setiap anggota.
Kesimpulan: Jangan Pilih Antara Bertumbuh atau Berkontribusi, Lakukan Keduanya
Tujuan pribadi dan visi organisasi bukan dua arah yang harus dipilih salah satunya. Bila kamu atau timmu merasa “berkembang sendirian”, bisa jadi yang kurang bukan motivasi, tapi keselarasan. Gunakan 4 dimensi ini sebagai panduan refleksi pribadi dan organisasi. Mulailah dari percakapan terbuka: apakah kita bergerak dalam satu misi, atau sekadar berdampingan dalam rutinitas? Pemimpin yang menyadari ini akan membangun bukan hanya tim yang produktif, tapi juga penuh makna.




