Business Process
Re-engineering

Mengapa Inisiatif Perbaikan Proses Sering Gagal?

  1. Abaikan Pengalaman Manusia.
    Sekitar 60–80% inisiatif BPR gagal karena tidak melibatkan manusia yang menjalankan proses tersebut dalam tahap perancangan.
  2. Otomasi Proses yang Buruk.
    Digitalisasi tanpa redesain yang tepat hanya akan menghasilkan proses buruk yang berjalan lebih cepat.
  3. Gap "De Jure" vs "De Facto".
    Adanya jurang pemisah antara proses resmi dalam SOP (de jure) dengan apa yang benar-benar terjadi di lapangan (de facto), termasuk workaround yang tersembunyi.
  4. Implementasi Tanpa Pengujian.
    Proses baru sering kali langsung diimplementasikan dalam skala penuh tanpa melalui tahap prototyping yang memadai.
  5. Manajemen Perubahan yang Terpisah.
    Strategi adopsi sering kali dianggap sebagai aktivitas tambahan, bukan bagian integral dari desain proses itu sendiri.

Cara Kami Membantu Kamu Berpikir dan Bekerja Berbeda

  1. Employee/User Journey Map.
    Memetakan pengalaman subjektif orang yang bersentuhan langsung dengan proses untuk menemukan titik gesekan yang tidak terlihat dari data agregat.
  2. Process Reality Mapping.
    Mendokumentasikan proses aktual secara jujur untuk mengidentifikasi mengapa dan di mana workaround muncul.
  3. Pain Point Matrix & Value-Added Analysis.
    Membedakan aktivitas yang benar-benar menciptakan nilai bagi pengguna dari aktivitas yang hanya menambah beban birokrasi.
  4. Mandatory Process Prototyping.
    Menguji rancangan proses baru pada skala terbatas dengan pengguna nyata sebelum implementasi penuh untuk menurunkan risiko kegagalan.
  5. Integrated Change Design.
    Merancang strategi mitigasi resistansi dan peta jalan adopsi secara bersamaan dengan desain proses baru.

Apa yang Akan Kamu Kuasai Selama 30 Hari?

  1. Pra-Workshop (H-7).
    Menggunakan platform DTA untuk memahami kegagalan BPR konvensional dan mengidentifikasi satu proses target dari organisasi peserta untuk dianalisis.
  2. Human Experience (Day 1).
    Menggunakan teknik journey mapping dan contextual interview untuk mendokumentasikan pengalaman pelaksana proses.
  3. Friction Mapping (Day 1).
    Mendiagnosis titik gesekan menggunakan Service Blueprint dan mengidentifikasi akar masalah proses.
  4. Process Design Studio (Day 2).
    Membangun Future-State Blueprint menggunakan teknik How Might We (HMW) untuk merumuskan ulang masalah.
  5. Process Pilot & Validation (Day 2).
    Mensimulasikan proses baru melalui skenario nyata untuk menemukan hambatan yang tidak terlihat dalam diagram alur.
  6. Adoption Roadmap (Day 2).
    Merancang strategi komunikasi dan tahapan transisi sebagai bagian dari Change Design Plan.

Yang Kamu Bawa Pulang Setelah Program Ini

  1. Sertifikat Nasional yang diakui oleh jaringan global Design Thinking
  2. Kemampuan memfasilitasi workshop Design Thinking untuk tim kamu sendiri
  3. Portofolio proyek nyata yang diselesaikan selama program berlangsung
  4. Akses komunitas alumni DTA, jaringan praktisi inovasi se-Indonesia
  5. Cara berpikir baru yang permanen, terstruktur, dan bisa langsung kamu gunakan
  6. Toolkit Kreatif Lengkap: canvas, template, dan panduan yang siap pakai di tempat kerja

Investasi

Harga disesuaikan dengan konteks peserta (individu / instansi / grup). Konsultasi gratis tersedia untuk membantu kamu menemukan paket yang paling sesuai.

Biaya per individu: Rp 3.000.000 (online)
(Kuota peserta: 15 Orang per Batch)

Yang sudah termasuk:

  1. Akses platform DTA seumur hidup
  2. Modul Design Thinking terstruktur
  3. Sertifikat Nasional dan Gelar Non-Akademik
  4. 1 sesi coaching personal
  5. Asesmen dan uji kompetensi online
  6. Akses materi seumur hidup
  7. Keanggotaan Asosiasi Design Thinkers Indonesia
  8. Toolkit DT lengkap (digital)
  9. Sesi live facilitation bersama Trainer tersertifikasi International Design
    Thinking by Michael Lewrick & Co

Jadwal Kelas Terdekat

No Post Found

FAQ

Kelas ini dibuka dengan kuota terbatas dan akan berjalan jika minimal 15 peserta terpenuhi. Hal ini untuk memastikan kualitas interaksi, diskusi, dan pendampingan tetap optimal.

Jika kuota sudah terpenuhi lebih awal, pendaftaran dapat ditutup sebelum jadwal.

Program akan berjalan dengan jumlah minimal 10 peserta. Jika kuota minimal belum terpenuhi, tim akan menginformasikan opsi penjadwalan ulang atau penggabungan batch kepada peserta.

Estimasi rata-rata 4 jam per minggu, termasuk sesi live, pengerjaan tugas mandiri, dan sesi coaching. Program dirancang untuk dapat diikuti sambil bekerja full-time.

Tentu. DTA menyediakan paket grup dengan penyesuaian harga dan pilihan in-house facilitation. Hubungi kami via WhatsApp untuk mendiskusikan kebutuhan spesifik tim Anda.

Program Journey

Durasi

30 Hari Intensif

Format

Online + Platform DTA

Kapasitas

15 Orang / Batch

Sertifikasi

Nasional by Design Thinking Academy

Status

Pendaftaran Dibuka

Butuh Informasi Lebih Lanjut?

Tim kami siap membantu menjawab pertanyaan Anda terkait program sertifikasi maupun layanan lainnya