Design Thinking Starter Certification

Kenali Masalah yang Mungkin Kamu Hadapi Sekarang

  1. Solusi yang kamu bangun tidak menjawab kebutuhan nyata pengguna.
    Tim bekerja berminggu-minggu, hasilnya tetap terasa meleset. Pengguna tidak puas, masalah tetap ada.
  2. Rapat panjang, tapi keputusan tidak lahir.
    Sesi brainstorming terasa stagnan karena tidak ada framework yang memandu tim dari memahami pengguna sampai ke ide yang tervalidasi.
  3. Ide menarik berhenti di level ide.
    Banyak gagasan bagus muncul di ruang rapat, tapi tidak satu pun sampai ke prototipe, apalagi ke implementasi yang berdampak nyata.
  4. Workshop sudah diikuti, tapi cara kerja tidak berubah.
    Pelatihan selesai, kamu kembali ke kebiasaan lama. Tidak ada perubahan sistemik yang bertahan.

Cara Kami Membantu Kamu Berpikir dan Bekerja Berbeda

  1. Platform Digital Khusus untuk Experiential Learning.
    Kamu belajar di platform DTA yang dirancang khusus, bukan aplikasi video call biasa. Platform ini dilengkapi tools fasilitasi, canvas digital, dan dashboard progress real-time.
  2. Kamu Mengerjakan Kasus Nyata, Bukan Simulasi Generik.
    Setiap modul dikerjakan langsung, menggunakan kasus dari industri yang relevan dengan konteks kerjamu.
  3. Coaching Personal di Setiap Tahap.
    Kamu mendapat sesi coaching pribadi untuk memastikan pembelajaran benar-benar diterapkan di situasi kerjamu sendiri.
  4. Belajar Bersama Praktisi dari Berbagai Industri dan Daerah.
    Keberagaman perspektif peserta adalah aset terbesar dalam proses Design Thinking yang otentik.
  5. Sistem Akuntabilitas yang Memastikan Kamu Tidak Berhenti di Tengah Jalan.
    Progress tracking, milestone check-in, dan komunitas alumni aktif menjaga momentum belajarmu.
  6. Tersertifikasi oleh Lembaga DT Internasional.
    Sertifikasi diterbitkan oleh Lewrick & Company, yang dikembangkan bersama Prof. Oliver Lewrick, co-author buku Design Thinking Toolbook (Springer).

Apa yang Akan Kamu Kuasai Selama 30 Hari?

  1. Empati: Pahami Pengguna Lebih Dalam.
    Kamu belajar teknik wawancara, observasi, dan pemetaan empati untuk menemukan apa yang benar-benar dirasakan pengguna, menggunakan Empathy Map dan User Journey Canvas.
  2. Define: Rumuskan Masalah yang Tepat Sasaran.
    Kamu mensintesis data empati menjadi Problem Statement yang tajam menggunakan POV statement, HMW framework, dan prioritisasi masalah.
  3. Ideate: Hasilkan Ide yang Lebih Berani.
    Kamu memfasilitasi brainstorming dengan metode Brainwriting, SCAMPER, dan Crazy 8s, termasuk cara memilih ide yang paling layak dikembangkan.
  4. Prototype: Bangun untuk Belajar (Minggu 3)
    Kamu menerapkan rapid prototyping dari paper prototype hingga digital mock-up, dengan prinsip build-to-think dan keberanian gagal cepat.
  5. Test & Iterate: Validasi dan Sempurnakan Solusimu (Minggu 4)
    Kamu merancang sesi pengujian yang efektif, mengumpulkan feedback bermakna, dan melakukan iterasi berbasis data nyata.
  6. Trifecta Innovation Framework (Sepanjang Program)
    Framework eksklusif DTA yang mengintegrasikan tiga dimensi kekuatan organisasi: Desirability, Feasibility, dan Viability, untuk menghasilkan inovasi yang berkelanjutan.

Yang Kamu Bawa Pulang Setelah Program Ini

  1. Sertifikat Nasional yang diakui oleh jaringan global Design Thinking
  2. Gelar non-Akademik (C.DTS) yang berlaku 2 tahun
  3. Kemampuan memfasilitasi workshop Design Thinking untuk tim kamu sendiri
  4. Portofolio proyek nyata yang diselesaikan selama program berlangsung
  5. Akses komunitas alumni DTA, jaringan praktisi inovasi se-Indonesia
  6. Cara berpikir baru yang permanen, terstruktur, dan bisa langsung kamu gunakan
  7. Toolkit DT Lengkap: canvas, template, dan panduan yang siap pakai di tempat kerja
  • Date : 7 May 2026 - 8 May 2026
  • Time : 08:00 - 17:00 (Asia/Jakarta)
  • Venue : Online