Design Thinking Starter Certification
Kenali Masalah yang Mungkin Kamu Hadapi Sekarang
- Solusi yang kamu bangun tidak menjawab kebutuhan nyata pengguna.
Tim bekerja berminggu-minggu, hasilnya tetap terasa meleset. Pengguna tidak puas, masalah tetap ada. - Rapat panjang, tapi keputusan tidak lahir.
Sesi brainstorming terasa stagnan karena tidak ada framework yang memandu tim dari memahami pengguna sampai ke ide yang tervalidasi. - Ide menarik berhenti di level ide.
Banyak gagasan bagus muncul di ruang rapat, tapi tidak satu pun sampai ke prototipe, apalagi ke implementasi yang berdampak nyata. - Workshop sudah diikuti, tapi cara kerja tidak berubah.
Pelatihan selesai, kamu kembali ke kebiasaan lama. Tidak ada perubahan sistemik yang bertahan.
Cara Kami Membantu Kamu Berpikir dan Bekerja Berbeda
- Platform Digital Khusus untuk Experiential Learning.
Kamu belajar di platform DTA yang dirancang khusus, bukan aplikasi video call biasa. Platform ini dilengkapi tools fasilitasi, canvas digital, dan dashboard progress real-time. - Kamu Mengerjakan Kasus Nyata, Bukan Simulasi Generik.
Setiap modul dikerjakan langsung, menggunakan kasus dari industri yang relevan dengan konteks kerjamu. - Coaching Personal di Setiap Tahap.
Kamu mendapat sesi coaching pribadi untuk memastikan pembelajaran benar-benar diterapkan di situasi kerjamu sendiri. - Belajar Bersama Praktisi dari Berbagai Industri dan Daerah.
Keberagaman perspektif peserta adalah aset terbesar dalam proses Design Thinking yang otentik. - Sistem Akuntabilitas yang Memastikan Kamu Tidak Berhenti di Tengah Jalan.
Progress tracking, milestone check-in, dan komunitas alumni aktif menjaga momentum belajarmu. - Tersertifikasi oleh Lembaga DT Internasional.
Sertifikasi diterbitkan oleh Lewrick & Company, yang dikembangkan bersama Prof. Oliver Lewrick, co-author buku Design Thinking Toolbook (Springer).
Apa yang Akan Kamu Kuasai Selama 30 Hari?
- Empati: Pahami Pengguna Lebih Dalam.
Kamu belajar teknik wawancara, observasi, dan pemetaan empati untuk menemukan apa yang benar-benar dirasakan pengguna, menggunakan Empathy Map dan User Journey Canvas. - Define: Rumuskan Masalah yang Tepat Sasaran.
Kamu mensintesis data empati menjadi Problem Statement yang tajam menggunakan POV statement, HMW framework, dan prioritisasi masalah. - Ideate: Hasilkan Ide yang Lebih Berani.
Kamu memfasilitasi brainstorming dengan metode Brainwriting, SCAMPER, dan Crazy 8s, termasuk cara memilih ide yang paling layak dikembangkan. - Prototype: Bangun untuk Belajar (Minggu 3)
Kamu menerapkan rapid prototyping dari paper prototype hingga digital mock-up, dengan prinsip build-to-think dan keberanian gagal cepat. - Test & Iterate: Validasi dan Sempurnakan Solusimu (Minggu 4)
Kamu merancang sesi pengujian yang efektif, mengumpulkan feedback bermakna, dan melakukan iterasi berbasis data nyata. - Trifecta Innovation Framework (Sepanjang Program)
Framework eksklusif DTA yang mengintegrasikan tiga dimensi kekuatan organisasi: Desirability, Feasibility, dan Viability, untuk menghasilkan inovasi yang berkelanjutan.
Yang Kamu Bawa Pulang Setelah Program Ini
- Sertifikat Nasional yang diakui oleh jaringan global Design Thinking
- Gelar non-Akademik (C.DTS)Â yang berlaku 2 tahun
- Kemampuan memfasilitasi workshop Design Thinking untuk tim kamu sendiri
- Portofolio proyek nyata yang diselesaikan selama program berlangsung
- Akses komunitas alumni DTA, jaringan praktisi inovasi se-Indonesia
- Cara berpikir baru yang permanen, terstruktur, dan bisa langsung kamu gunakan
- Toolkit DT Lengkap: canvas, template, dan panduan yang siap pakai di tempat kerja