Public Policy

Empat Gap dalam Kebijakan Konvensional

  1. Gap Pemahaman Pengguna.
    Data statistik sering kali gagal menjelaskan "mengapa" dan "bagaimana" suatu kebijakan berinteraksi dengan perilaku nyata di lapangan.
  2. Gap Dampak Sistemik.
    Kebijakan yang berhasil di satu titik sering memicu konsekuensi tidak terduga atau "feedback loop" negatif di titik lain dalam sistem.
  3. Gap Inklusivitas.
    Pihak yang paling merasakan dampak sering kali tidak memiliki akses institusional untuk terlibat dalam proses formal penyusunan kebijakan.
  4. Gap Transparansi Trade-off.
    Konflik kepentingan (seperti efisiensi vs keadilan) sering diselesaikan secara implisit tanpa kerangka navigasi yang transparan.

Mengapa Kebijakan Publik Berbeda?

  1. Pengguna.
    Kebijakan berdampak pada seluruh kelompok sasaran, termasuk mereka yang tidak memilih untuk terdampak.
  2. Akuntabilitas.
    Dampak kebijakan bersifat publik dan institusional, sering kali bertahan hingga puluhan tahun.
  3. Reversibilitas.
    Kebijakan publik sangat mahal dan sulit untuk dibatalkan atau ditarik kembali setelah diimplementasikan secara luas.
  4. Trade-off.
    Fokus utama adalah menavigasi konflik antara hak, sumber daya, dan keadilan antar berbagai kelompok.

Cara Kami Membantu Kamu Berpikir dan Bekerja Berbeda

  1. Konteks Kebijakan sebagai Sistem.
    Memetakan aktor, kepentingan, aturan, dan dinamika kekuasaan dalam arena kebijakan.
  2. Empati dalam Kebijakan.
    Menggunakan teknik Persona Kebijakan dan wawancara mendalam untuk memahami kelompok sasaran yang tidak terwakili data agregat.
  3. Analisis Masalah.
    Membedakan gejala dari akar masalah sistemik untuk merumuskan problem statement yang berbasis bukti.
  4. Pemetaan Sistem (CLD Lab).
    Membangun Causal Loop Diagram untuk memetakan keterkaitan variabel dan menentukan titik intervensi (leverage point) strategis.
  5. Desain Intervensi & Navigasi Trade-off.
    Mengembangkan alternatif solusi yang mempertimbangkan kelayakan teknis serta penerimaan sosial secara transparan.

Apa yang Akan Kamu Kuasai Selama 30 Hari?

  1. Pra-Workshop (H-7).
    Pembelajaran asinkron melalui video fondasi DT untuk kebijakan dan pengantar Systems Thinking.
  2. Workshop Day 1.
    Fokus pada pemetaan arena kebijakan, teknik empati, dan perumusan masalah.
  3. Workshop Day 2 (Policy Design Studio).
    Fokus intensif pada konstruksi CLD dan perancangan intervensi menggunakan kasus nyata yang dibawa peserta.
  4. Asesmen Mandiri.
    Peserta diuji dengan kasus kebijakan baru untuk merumuskan rekomendasi intervensi beserta analisis trade-off secara mandiri.

Rekam Jejak Pendampingan Kebijakan

  1. KPK: Pengembangan aset visual Roadmap Antikorupsi 2026–2045 berbasis Systems Thinking.
  2. Kemenpora: Pengembangan Naskah Akademik dan kurikulum karakter pemuda.
  3. STRANAS PK: Sintesis hearing ahli untuk Aksi-8 kebijakan antikorupsi nasional.
  4. BAPPERIDA Kota Bandung: Analisis kebijakan pembangunan daerah berbasis CLD.

Yang Kamu Bawa Pulang Setelah Program Ini

  1. Sertifikat Nasional yang diakui oleh jaringan global Design Thinking
  2. Kemampuan memfasilitasi workshop Design Thinking untuk tim kamu sendiri
  3. Portofolio proyek nyata yang diselesaikan selama program berlangsung
  4. Akses komunitas alumni DTA, jaringan praktisi inovasi se-Indonesia
  5. Cara berpikir baru yang permanen, terstruktur, dan bisa langsung kamu gunakan
  6. Toolkit Kreatif Lengkap: canvas, template, dan panduan yang siap pakai di tempat kerja

Investasi

Harga disesuaikan dengan konteks peserta (individu / instansi / grup). Konsultasi gratis tersedia untuk membantu kamu menemukan paket yang paling sesuai.

Biaya per individu: Rp 3.000.000 (online)
(Kuota peserta: 15 Orang per Batch)

Yang sudah termasuk:

  1. Akses platform DTA seumur hidup
  2. Modul Design Thinking terstruktur
  3. Sertifikat Nasional dan Gelar Non-Akademik
  4. 1 sesi coaching personal
  5. Asesmen dan uji kompetensi online
  6. Akses materi seumur hidup
  7. Keanggotaan Asosiasi Design Thinkers Indonesia
  8. Toolkit DT lengkap (digital)
  9. Sesi live facilitation bersama Trainer tersertifikasi International Design
    Thinking by Michael Lewrick & Co

Jadwal Kelas Terdekat

Image
Sertifikasi Online

FAQ

Kelas ini dibuka dengan kuota terbatas dan akan berjalan jika minimal 15 peserta terpenuhi. Hal ini untuk memastikan kualitas interaksi, diskusi, dan pendampingan tetap optimal.

Jika kuota sudah terpenuhi lebih awal, pendaftaran dapat ditutup sebelum jadwal.

Program akan berjalan dengan jumlah minimal 10 peserta. Jika kuota minimal belum terpenuhi, tim akan menginformasikan opsi penjadwalan ulang atau penggabungan batch kepada peserta.

Estimasi rata-rata 4 jam per minggu, termasuk sesi live, pengerjaan tugas mandiri, dan sesi coaching. Program dirancang untuk dapat diikuti sambil bekerja full-time.

Tentu. DTA menyediakan paket grup dengan penyesuaian harga dan pilihan in-house facilitation. Hubungi kami via WhatsApp untuk mendiskusikan kebutuhan spesifik tim Anda.

Program Journey

Durasi

30 Hari Intensif

Format

Online + Platform DTA

Kapasitas

15 Orang / Batch

Sertifikasi

Nasional by Design Thinking Academy

Status

Pendaftaran Dibuka

Butuh Informasi Lebih Lanjut?

Tim kami siap membantu menjawab pertanyaan Anda terkait program sertifikasi maupun layanan lainnya