Bandung, 28–29 Januari 2026 — Design Thinking Academy (DTA) kembali menyelenggarakan Design Thinking Certification for Professional Batch 50, sebuah program pelatihan dan sertifikasi yang dirancang untuk memperkuat kapasitas profesional dalam menciptakan inovasi yang berorientasi pada pengguna.
Program ini dilaksanakan secara luring di Rumah Kolaborasi TLE dengan format small class eksklusif. Pendekatan ini memungkinkan proses pembelajaran berlangsung lebih intensif dan reflektif. Peserta yang terlibat berasal dari latar belakang beragam, mulai dari dosen, perwakilan NGO lingkungan, hingga praktisi lembaga bahasa. Keberagaman perspektif ini memperkaya diskusi serta membuka ruang kolaborasi lintas disiplin dalam merespons berbagai tantangan nyata di lapangan.
Proses Pembelajaran Berbasis Empati dan Validasi

Selama dua hari pelatihan, peserta diajak memahami Design Thinking sebagai pendekatan user-centered problem solving yang menekankan empati, eksplorasi masalah, dan validasi solusi. Hari pertama difokuskan pada pembentukan Design Thinking mindset serta pendalaman tahap eksplorasi masalah melalui observasi, wawancara, dan analisis kebutuhan pengguna.
Dengan menggunakan kerangka Design Thinking Double Diamond, peserta dilatih untuk tidak terburu-buru menuju solusi. Mereka memetakan kebutuhan dan pain points pengguna melalui pendekatan Jobs to be Done dan User Journey Map, sehingga mampu memahami permasalahan secara lebih utuh dan kontekstual. Proses ini membantu peserta berpindah dari asumsi awal menuju pemahaman berbasis pengalaman pengguna.
Pada hari kedua, proses pembelajaran berlanjut ke tahap pengembangan solusi. Peserta mengasah kemampuan ideasi untuk menghasilkan berbagai alternatif solusi, kemudian menyusunnya secara lebih terstruktur melalui Value Proposition Canvas dan Business Model Canvas. Setiap solusi dirancang agar tetap selaras dengan kebutuhan pengguna serta realitas implementasi di konteks profesional masing-masing. Proses ini ditutup dengan sesi prototyping dan validation, yang memungkinkan peserta menguji relevansi solusi secara kritis sebelum dikembangkan lebih lanjut.
Baca artikel lainnya:Dual Track Certification: Sertifikasi Design Thinking dan Skilled Instructor KKNI Level 3
Dampak Pembelajaran dan Arah Pengembangan
Melalui proses pembelajaran yang intensif dan kolaboratif, peserta Design Thinking Certification for Professional Batch 50 berhasil menghasilkan berbagai konsep solusi dan prototipe awal yang kontekstual. Mulai dari gagasan desain yang lebih inklusif hingga pendekatan kerja yang lebih human-centered dan adaptif.
Lebih dari sekadar menghasilkan ide, program ini mendorong perubahan cara berpikir peserta. Pendekatan yang sebelumnya berfokus pada solusi instan berkembang menjadi proses yang lebih empatik, terstruktur, dan berbasis validasi. Bekal ini diharapkan dapat membantu peserta merancang inovasi yang lebih relevan, berkelanjutan, dan berdampak nyata di lingkungan profesional mereka.
Design Thinking Certification for Professional di Design Thinking Academy dirancang sebagai ruang belajar strategis bagi para profesional. Program ini membantu peserta memperkuat kapasitas inovasi berbasis empati dan kolaborasi. Selanjutnya, bagi Anda yang ingin membawa pendekatan baru dalam memecahkan masalah, batch berikutnya siap menjadi ruang belajar yang relevan. Melalui program ini, peserta diajak menciptakan inovasi yang lebih manusiawi dan berdampak nyata.




