Di tengah tekanan target, kompleksitas operasional, dan perubahan pasar yang cepat, banyak organisasi terjebak dalam pola kerja reaktif. Masalah muncul, diselesaikan sementara, lalu kembali dalam bentuk yang berbeda. Aktivitas berjalan, laporan selesai, tetapi dampak jangka panjang sering tidak terasa. Kondisi ini semakin relevan di industri aquaculture yang menuntut presisi, kolaborasi lintas fungsi, dan pengambilan keputusan berbasis sistem. Tanpa pola pikir yang tepat, organisasi berisiko kehilangan daya adaptasi.
Berangkat dari tantangan tersebut, Design Thinking Academy bersama PT Central Proteina Prima menyelenggarakan Design Thinking & Innovation Corporate Workshop: Shaping the Way Forward pada 19–20 Januari 2026 sebagai bagian dari penguatan leader pipeline perusahaan. Workshop ini dirancang untuk membantu peserta membaca keterhubungan sistem end-to-end, menemukan akar masalah operasional, serta merumuskan solusi yang relevan dan dapat dijalankan.
Dari Empati hingga Action Plan
Selama dua hari, peserta mengikuti alur pembelajaran yang terstruktur namun aplikatif. Proses dimulai dengan pemetaan stakeholder berbasis Human-Centered Design untuk memahami relasi antar pihak dan perspektif user. Tahap ini menjadi fondasi agar setiap analisis dan keputusan tidak terlepas dari realitas lapangan.
Selanjutnya, peserta meninjau business process existing untuk memetakan peran, alur kerja, serta titik friksi yang sering memicu masalah berulang. Analisis diperdalam menggunakan metode 5 Whys, sehingga peserta mampu membedakan antara gejala dan akar persoalan.

Ide terpilih kemudian divisualisasikan dalam bentuk prototipe dan diturunkan menjadi action plan 30-60-90 hari sebagai rencana implementasi yang realistis. Workshop ini dipandu oleh Dwi Purnomo dan Luthfi Nur Rohman, serta didukung fasilitator kelompok yang aktif menjaga dinamika diskusi.
Proses pembelajaran juga diperkuat dengan pemanfaatan AI sebagai alat bantu eksplorasi perspektif, perapihan rumusan, dan pengolahan ide. AI diposisikan sebagai thinking partner yang mempercepat refleksi dan kolaborasi, tanpa melepaskan pijakan pada data lapangan.
Baca artikel lainnya:SPTP dan Strategi Pendampingan untuk Inovasi Siap Implementasi
Dampak Nyata: Pola Pikir Lebih Tajam dan Kerja Lebih Berdampak
Dari umpan balik peserta, terlihat perubahan signifikan dalam cara berpikir dan bekerja. Peserta menjadi lebih empatik terhadap user dan stakeholder, lebih tajam dalam menggali akar masalah melalui 5 Whys, serta lebih sadar membedakan antara output dan outcome. Integrasi AI juga membantu mempercepat proses refleksi, kolaborasi, dan perumusan solusi tanpa mengabaikan konteks lapangan.
Setelah workshop, banyak peserta merasakan pola pikir yang lebih tertata, kritis, dan empatik dalam mengambil keputusan. Mereka juga berkomitmen menerapkan Design Thinking dalam pekerjaan sehari-hari serta membagikan pembelajaran kepada tim. Dampak utama workshop ini terletak pada perubahan mindset pemimpin: dari sekadar menyelesaikan masalah menjadi membangun sistem yang lebih adaptif. Melalui pendekatan Design Thinking yang terintegrasi dengan teknologi, CP Prima memperkuat kapasitas kepemimpinan untuk menghadapi dinamika industri aquaculture jangka panjang.




