Innovation Coaching membantu tim inovasi membaca ulang gagasannya dengan lebih jernih. Melalui proses ini, tim dapat melihat apakah masalahnya sudah kuat, solusinya relevan, datanya bisa diuji, dan dampaknya dapat dipertanggungjawabkan. Pada 16 sampai 20 Juni 2026, PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat mengikuti Innovation Coaching Intensive bersama Design Thinking Academy. Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan menuju Innovation Gateway XXIX 2026.
Coaching ini melibatkan empat tim inovasi, yaitu HYDRA dari Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Wamena, SUPER SUPPLY dari Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Jayapura dan Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Merauke, WONDER SUN dari Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Wamena, serta TERANG dari Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Manokwari.
Saat Inovasi Perlu Diuji Lebih Dalam

Dalam banyak organisasi, inovasi sering lahir dari masalah nyata di lapangan. Tim melihat kendala kerja, menemukan pola masalah, lalu merancang solusi yang sesuai dengan kebutuhan operasional. Namun, saat inovasi masuk ke ruang kompetisi, ide yang baik perlu ditulis dengan lebih kuat.
Tim perlu menjelaskan dasar masalah, kebaruan solusi, data pendukung, kalkulasi manfaat, peluang replikasi, serta aspek keselamatan dan lingkungan. Karena itu, Innovation Coaching menjadi ruang penting untuk melihat kembali kualitas inovasi secara lebih objektif. Bagian yang sudah kuat dapat dipertajam. Sementara itu, bagian yang masih lemah dapat diperbaiki sebelum masuk ke tahap penilaian.
Dari Papua, Empat Tim Membawa Masalah Lapangan ke Ruang Inovasi
Sebanyak 12 peserta terlibat dalam kegiatan ini. Mereka berasal dari berbagai latar belakang teknis dan operasional, mulai dari pemeliharaan, teknik, keselamatan, kesehatan kerja, lingkungan, distribusi, niaga, hingga perencanaan. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom. Para peserta tersebar di Wamena, Jayapura, Merauke, dan Manokwari. Selain itu, komunikasi lanjutan dilakukan melalui grup WhatsApp bersama agar proses revisi, klarifikasi, dan finalisasi dapat berjalan lebih cepat.
Pendampingan dilakukan menggunakan Innovation Diagnostic Framework, yaitu kerangka evaluasi tujuh dimensi berbobot untuk membaca kualitas makalah inovasi secara menyeluruh. Dimensi yang dikaji mencakup kebaruan solusi, implementasi, dampak, replikasi, keselamatan, kesehatan kerja, lingkungan, kalkulasi, dan kualitas penulisan. Dengan kerangka ini, setiap tim dapat melihat posisi awal makalahnya secara lebih jelas.
Sebagai lembaga pengembangan kapasitas inovasi, Design Thinking Academy memiliki pengalaman dalam program Design Thinking, problem solving, dan penguatan kompetensi inovator. Design Thinking Academy telah menjangkau 370+ alumni dan berkolaborasi dengan 250+ instansi dalam berbagai program pengembangan kapasitas.
Rangkaian Innovation Coaching dimulai dengan asesmen awal terhadap setiap makalah inovasi. Pada tahap ini, coach membaca kondisi awal makalah menggunakan Innovation Diagnostic Framework dan pemeriksaan administrasi. Dari proses tersebut, setiap tim mendapatkan skor baseline, catatan evaluasi, serta rencana perbaikan berdasarkan kategori darurat, penting, dan normal. Dengan begitu, tim memiliki prioritas yang jelas sebelum melakukan revisi.
Selanjutnya, setiap tim mengikuti coaching substansi melalui sesi Zoom intensif. Pada tahap ini, tim mendapatkan masukan spesifik untuk memperkuat kebaruan solusi, narasi dampak, model replikasi, aspek keselamatan dan lingkungan, struktur penulisan, serta kesesuaian makalah dengan standar kompetisi.
Baca Artikel Lainnya:Kemenko PM Perkuat Kapasitas SDM melalui Pelatihan Design Thinking dan AI
Mengapa Pendampingan Inovasi Penting bagi Organisasi
Bagi pemangku kebijakan, Innovation Coaching dapat menjadi cara untuk memperkuat tata kelola inovasi. Organisasi dapat membaca kualitas inovasi berdasarkan data, struktur berpikir, validitas kalkulasi, dan potensi dampaknya. Pendekatan ini relevan bagi Badan Usaha Milik Negara, instansi pemerintah, kampus, dan perusahaan yang ingin memperkuat kapasitas inovator internal. Sebab, tim yang dekat dengan masalah lapangan sering kali membutuhkan bantuan untuk menerjemahkan pengalamannya menjadi inovasi yang siap diuji, ditulis, dihitung, dan direplikasi.
Melalui kegiatan ini, Design Thinking Academy berperan sebagai mitra strategis dalam membantu organisasi memperkuat proses inovasi dari hulu ke hilir. Pendampingan tidak hanya berfokus pada ide, tetapi juga pada evaluasi, dokumentasi, validasi, dan kesiapan kompetisi.
Dari Gagasan Lapangan Menuju Dampak yang Siap Diuji
Innovation Coaching PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat menuju Innovation Gateway XXIX 2026 menjadi contoh bahwa inovasi perlu didampingi agar tumbuh lebih matang. Ide yang lahir dari lapangan perlu dirapikan, dihitung, diuji, dan disiapkan agar mampu memberi dampak yang lebih luas. Dengan pendekatan yang terstruktur dan kontekstual, Innovation Coaching membantu organisasi membangun budaya inovasi yang lebih berbasis bukti. Akhirnya, inovasi tidak berhenti sebagai gagasan, tetapi berkembang menjadi solusi yang siap dipertanggungjawabkan.
Bagi organisasi yang ingin memperkuat kemampuan inovasi, Design Thinking Academy menyediakan ruang kolaborasi melalui program Sertifikasi Design Thinking dan In-House Training. Ingin memperkuat kapasitas inovator internal di organisasi Anda? segera hubungi admin kami




